Loading
Tampilkan postingan dengan label inazuma eleven. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inazuma eleven. Tampilkan semua postingan

Inazuma Eleven 2 (イナズマイレブン 2)

Di Inazuma Eleven 2, para pemain memasuki kompetisi yang baru, yaitu Foootball Frontier International [FFI], kira-kira kalau di sini serupa dengan Piala Dunia. Ajang FFI ini diikuti oleh peserta dari beberapa negara dimana setiap negara memiliki pemain-pemain hebat yang akan menjadi lawan dari tim Jepang. Untuk mengikuti kompetisi ini, Coach Hibiki mengumpulkan 22 orang pemain dari berbagai tempat. Pemain-pemain ini akan diseleksi menjadi 16 orang pemain sebagai perwakilan dari Jepang di FFI. Pemain-pemain yang diseleksi berasal dari berbagai tim yang pernah muncul melawan tim Raimon, dan juga dari pemain tim Raimon itu sendiri. 22 pemain itu antara lain: Megane Kazuto [kembaran dari Megane Kakeru], Fudou Akio, Hijikata Raiden [dari Okinawa], Tobitaka Seiya, Midorikawa Ryuuji [Kapten dari Gemini Storm], Gouenji Shuuya, Kiyama Hiroto [Kapten dari Genesis], Sakuma [dari Teikoku], Kidou Yuuto, Utsunomiya Toramaru, Tachimukai Yuuki, Someoka, Endou Mammoru, Kazemaru Ichirouta, Mukata Masaru [dari Kidokawa Seishuu], Shadow, Kūsuke “Max” Matsuno, Kurimatsu Teppei, Kabeyama Heigorou, Fubuki Shirou, Tsunami Jousuke dan Kogure Yuuya.[Switch to English]
Mereka dipilih oleh Coach Hibiki berdasarkan pengamatannya dari kemampuan masing-masing pemain. Dari 22 pemain tersebut, Coach Hibiki membagi mereka menjadi 2 tim untuk bertanding dan untuk dinilai kemampuan masing-masing pemain dan akan diambil 16 orang pemain terbaik dari seluruh pemain seleksi tersebut untuk menjadi perwakilan dari Jepang di kompetisi FFI.
Untuk mendapatkan 16 pemain tersebut, Coach Hibiki membagi 22 pemain tersebut menjadi 2 tim untuk melakukan pertandingan penyeleksian pemain. Coach Hibiki, memberikan waktu 2 hari untuk berlatih menghadapi pertandingan seleksi, agar pemain bisa beradaptasi dengan rekannya yang baru. Dalam pertandingan ini, para pemain dilarang menggunakan teknik kombinasi dengan pemain lain untuk mengetahui kemampuan masing-masing pemain.
Tim pertama terdiri dari Hijikata Raiden, Tobitaka Seiya, Kiyama Hiroto, Sakuma, Someoka, Mukata Masaru, Kūsuke “Max” Matsuno, Kabeyama Heigorou, Fubuki Shirou dan Tsunami Jousuke, dengan Endou Mammoru sebagai kapten tim. Tim kedua terdiri dari Megane Kazuto, Midorikawa Ryuuji, Fudou Akio, Kogure Yuuya, Kurimatsu Teppei, Gouenji Shuuya, Shadow, Utsunomiya Toramaru, Kazemaru Ichirouta dan Tachimukai Yuuki dengan Kidou Yuuto sebagai kapten tim. Kidou awalnya tidak bahagia dengan kehadiran Fudou Akio yang punya hubungan dengan masa lalu mereka yang kelam di Teikoku. Selain itu, mereka juga harus berada dalam tim yang sama dalam tes seleksi. Setelah itu, Kidou, menemui Coach Hibiki di tokonya untuk menyatakan ketidak setujuannya, disana juga sudah ada Endou yang hendak menanyakan hal yang sama. Coach Hibiki menjelaskan bahwa Fudou memiliki kemamuan yang baik, untuk itulah kenapa ia diikut sertakan dalam seleksi. Setelah memberikan beberapa penjelasan lagi, Endou dan Kidou, mengerti dengan maksud Coach Hibiki dan menyiapkan diri untuk pertandingan seleksi.
Pertandingan berlangsung menarik. Disaksikan oleh banyak penonton, para pemain juga berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya. Kedua tim tampil menyerang secara bergantian. Kidou masih merasa sulit untuk bekerja sama dengan Fudou, dan Fudou sendiri tetap merasa dingin menghadapi pertandingan ini yang menurutnya di pertandingan ini bukanlah mengincar kemenangan, melainkan menunjukkan kemampuan setiap pemain.
Pada kesempatan pertama, Hiroto berhasil membuat tujuan melawan Tachimukai, tim Endou mendapatkan satu poin. Setelah itu, Fudou membuat keputusan yang tidak disukai oleh Kidou. Fudou meminta Kazemaru dan Kogure, maju dari posisi semula, karena menyadari satu hal Fudou dari hasil gol pertama. Rupanya, Fusou melakukan terhadap perangkap offside Mukata, dan Mukata masuk dalam perangkap tersebut, Kidou, baru menyadari taktik yang digunakan Fudou. Di kesempatan kedua, Gouenji berhasil membuat gol ke gawang Endou, tim Kidou berhasil menyamakan kedudukan. Setelah itu, giliran Someoka yang mencetak gol ke gawang Tachimukai, tim Endou kembali unggul.
Di babak kedua, kedua tim tidak mengendurkan serangan itu, kedua tim tetap tampil menyerang. Dalam putaran ini, Midorikawa berhasil mencetak gol, sehingga kedudukan menjadi imbang. Shadow Pada menendang pada sasaran, tiba-tiba Tobitaka yang sebelumnya tidak menunjukkan kemampuannya, berhasil menghalau tendangan Shadow. Tobitaka diri mereka sendiri tidak menyadari kemampuannya yang baru saja ia lakukan. Fubuki mengakhiri permainan dengan mencetak gol di menit akhir pertandingan. Pertandingan berakhir dengan skor 3-2 untuk tim Endou.
Setelah pertandingan berakhir, semua pemain berkumpul untuk mendengarkan hasil dari penyeleksian pemain. Semua pemain tampak tegang menantikan siapa saja yang lolos sebagai wakil dari Jepang di ajang FFI. Coach Hibiki pun datang bersama dengan seseorang yang masih asing bagi para pemain. Lalu Coch Hibiki memperkenalkannya, ia adalah Kudou Michiya yang akan menjadi pelatih dari tim Nasional Jepang. Lalu ia pun menyebutkan nama-nama pemain yang lolos dari penyeleksian. Pemain-pemaintersebut adalah Endou Mammoru, Gouenji Shuuya, Kidou Yuuto, Fudou Akio, Kiyama Hiroto, Fubuki Shirou, Utsunomiya Toramaru, Tobitaka Seiya, Kogure Yuuya, Kazemaru Ichirouta, Tsunami Jousuke, Kurimatsu Teppei, Kabeyama Heigorou, Hijikata Raiden, Tachimukai Yuuki, dan Midorikawa Ryuuji. Mereka lolos menjadi perwakilan sebagai Inazuma Japan.

Setelah tim Inazuma Japan terbentuk, keesokan harinya para pemain siap untuk memulai latihan pertamanya sebagai Inazuma Japan. Setelah semua pemain berkumpul, Coach Kudou datang dan memperkenalkan anak perempuannya, Kudou Fuyuka, dan ia akan menjadi manajer tim. Selain Toramaru, semau pemain tinggal di asrama Inazuma [di sekolah Inazuma], setiap pagi toramaru datang ke sekolah dan di sore hari setelah latihan, Toramaru selalu pulang ke rumahnya. Pemain lain agak bingung dengan kelakuan Toramaru yang sedikit aneh, karena ia bilang kalau ia tidak bisa tidur jika tidak berada dirumah.

Dihari kedua, latihan masih berjalan dengan tidak biasa, itu karena pemain yang masih belum bisa beradaptasi dengan pemain baru, dan sikap Coach Kudou yang membuat pemain-pemain lama tidak nyaman dengan latihannya, dan seakan-akan sikapnya lebih baik terhadap Fudou. Kabeyama yang sedang berlari dengan pemain lainnya merasa kelelahan, karena memang ia tidak banyak bergerak dalam pertandingan, Coach Kudou, tidak senang dangan hal tersebut, pelatih tidak mau ada pemain bertahan yang hanya diam saja di posisinya, untuk itu ia memaksa Kabeyama untuk terus berlari. Dihari berikutnya ketika para pemain siap untuk latihan, Kabeyama belum terlihat di lapangan, ia berdiam diri di kamarnya, Endou datang untuk mengajak Kabeyama berlatih, Kabeyama bilang ia tidak ingin berlatih lagi, mungkin karena putus asa atas ucapan pelatih sebelumnya, tetapi Endou memberikannya semangat sehingga ia mau kembali berlatih.
Pada malam harinya, diadakan undian eliminasi Football Frontier International Asia. Ada delapan tim yang ikut serta termasuk tim Jepang, beberapa tim tersebut antara lain, Fire Dragon – Korea, Big Waves – Australia, Desert Lion – Qatar, dan The Barracuda – Saudi Arabia. Di pertandingan pertama, Inazuma Japan harus berhadapan dengan Australia. Pertandingan akan berlangsung 2 hari lagi, akan tetapi, sebelum pertandingan tersebut, para pemain dilarang untuk berlatih dan tidak diperbolehkan keluar dari asrama. Para pemain merasa sangat terkejut dengan perintah dari pelatih.

Para pemain yang hanya berdiam diri saja di kamar merasa sangat jenuh dan ingin sekali berlatih, oleh karena itu mereka mengendap-endap untuk keluar dari asrama, ternyata Coach Kudou berjaga di pintu keluar agar tidak ada pemain yang keluar dari asrama. Toramaru yang hendak pulang diberikan izin dari pelatih, begitu pula Tobitaka yang ingin menemui temannya di depan asrama. Tsunami yang bersikeras ingin keluar untuk berlatih, akhirnya nekat untuk keluar, ternyata ketika ia hendak keluar, Coach Kudou sedang tidak ada, dan ia pun berhasil keluar dari asrama. Pemain lain yang melihat keberhasilan Tsunami, langsung berlarian untuk keluar juga, tapi tenyata ada Coach Kudou yang sedang berjaga, lalu mereka berlarian kembali ke kamarnya masing-masing. Touko dan Rika yang akan pulang karena tidak berhasil bertemu Endou dan teman-teman, bertemu dengan Tsunami yang hendak berselancar di sungai. Lalu mereka mengajak Tsunami ke Pantai. Para pemain lain akhirnya berlatih di kamarnya masing-masing.

Akhirnya, tiba juga saatnya pertandingan pertama melawan tim dari Australia. Coach Kudou menentukan pemain utama yang diturunkan di pertandingan ini. Pemain depan: Gouenji, Fubuki, dan Kiyama. Pemain tengah: Kidou, Kazemaru, dan Midorikawa. Pemain bertahan: Kabeyama, Tsunami, Hijikata, dan Kogure. Kapten dan penjaga gawang: Endou. Australia memiliki pertahanan yang sangat hebat, empat orang menjaga pemain lawan dari segala sisi, seakan-akan pemain lawan terperangkap didalam sebuah kotak, sehingga pemain lawan tidak dapat keluar atau mengoper bola ke rekannya. Akibat dari belum berlatih secara bersama-sama di posisinya masing-masing, para pemain Inazuma kesulitan berkerja sama dengan pemain lainnya. Karena banyak kesalahan yang terjadi, Big Waves akhirnya bisa mencetak angka terlebih dahulu.

Semua pemain terkejut dengan gol tersebut. Namun Endou mendorong agar semua pemain kembali bersemangat untuk melanjutkan pertandingan. Kedua Kidou Gouenji, Fubuki, dan juga, gagal menembus pertahanan memegang Big Wave. Akhirnya Pelatih Kudou memberikan arahan, bahwa kunci untuk keluar dari pertahanan perangkap … ada di dalam diri mereka sendiri. Para pemain tidak mengerti arti kata pelatih. Kidou Demikian juga, ketika dia ditekan ke dalam perangkap pertahanan Wave Agung, ia menyadari apa yang ia dilatih di kamarnya. Akhirnya ia berhasil keluar dari pertahanan Wave besar dan menyerang kembali.Tendangan dari Gouenji dan Fubuki masih bisa ditangkap oleh kiper Big Waves. Di tengah pertandingan, Big Wave mengganti dua pemain. Mereka mengubah strategi pertahanan kotak empat orang, menjadi, pertahanan individu. Pada akhir pertandingan, Kidou, mendapatkan tackle yang cukup keras, yang membuat luka di kakinya.

Pelatih tidak mengizinkan Kidou untuk bermain di babak kedua, posisinya digantikan oleh Toramaru. Pelatih memberikan instruksi kepada Fubuki dan Toramaru. Nama Tsunami juga ikut disebut, Tsunami terkejut ketika dipanggil, ia mengira apakah ia akan diganti juga. Ternyata, pelatih mengetahui apabila ia melanggar perintahnya ketika mereka dilarang keluar kamar untuk berlatih, pelatih meminta kepada Tsunami untuk mencetak gol dengan teknik barunya. Pemain lain terkejut mendengar hal tersebut, akan tetapi teknik baru itu belumlah sempurna. Pelatih memberikan beberapa arahan agar ia bisa menyempurnakan teknik barunya.

Di babak kedua, permainan tim Inazuma, menjadi lebih menyerang, berkat masuknya Toramaru. Gouenji gagal memasukan bola, lalu, Tsunami mencoba melakukan tendangan, tetapi gagal. Big Waves melakukan serangan balik, akan tetapi, Endou berhasil menghalau tendangan yang sebelumnya berhasil masuk ke gawangnya. Ia berhasil meningkatkan tekniknya berkat latihan yang ia lakukan di kamarnya. Setelah itu, Tsunami melakukan tendangan kembali, tetapi pada kali ini, tendangannya berhasil masuk ke gawang Big Waves, dengan itu ia berhasil menyempurnakan teknik barunya. Kedudukan pun menjadi imbang.

Di bangku cadangan, Kidou merasa bahwa pelatih bukanlah pelatih biasa, ia menanyakan masa lalu Coach Kudou di Sakurazaki Junior High. Tetapi pelatih menolak menjelaskan hal tersebut, lalu Coach Hibiki datang dan menjelaskan persoalan tersebut. 10 tahun lalu, Sakurazaki Junior High adalah salah satu tim unggulan di Football Frontier, akan tetapi, sehari sebelum babak final, anggota tim terlibat perkelahian dengan tim lawan dan menyebabkan cidera. Tim lawan tersebut adalah Teikoku Academy [Sekolah Kidou sebelum masuk Inazuma], Kageyama berada dibelakang semua itu. Karena hal tersebut, klub sepak bola ditangguhkan tanpa batas waktu. Kudou mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut dan menarik diri dari final. Akibatnya, kualifikasinya sebagai pelatih ditangguhkan. 10 tahun kemudian, penangguhan telah dicabut, lalu Coach Hibiki memintanya untuk menjadi pelatih kembali.

Big Waves melakukan pergantian pemain kembali, pemain tersebut terus menempel ketat Tsunami, tetapi Tsunami, berhasil menghindarinya. Para pemain Big Wave menjaga semua pemain dan juga Tsunami, agar Tsunami tidak dapat melakukan tendangan, lalu Tsunami, mengoper bola kepada Kabeyama, Kabeyama kebingungan setelah menerima bola tersebut, karena semua rekannya dijaga ketat. Ketika Kabeyama dikejar oleh salah satu pemain Big Waves, Kabeyma pun berlari dan terus berlari, ia menjadi teringat dengan perkataan pelatih pada waktu itu dan mengerti maksudnya. Ia pun berhasil mengoper bola kepada Toramaru, dan Toramaru, mengoper bola kepada Gouenji, lalu gouenji melakukan tendangan, dan…gol…, ia berhasil menciptakan teknik baru berkat melihat bola tendangan Tsunami sebelumnya. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim Inazuma.

Di pertandingan kedua, tim Inazuma Japan harus berhadapan dengan tim Desert Lion, dari Qatar. Untuk menghadapi mereka, pelatih meminta tim untuk memperkuat dasar kekuatan dan kemampuan fisik mereka. Ketika tim akan latihan, Toramaru meminta izin untuk pulang, pemain lain makin merasa bingung dengan kebiasaan Toramaru tersebut. Haruna dan Aki, berencana mencari tahu, apa yang sebenarnya dilakukan oleh Toramaru. Seusai latihan, Aki memberitahu kepada Endou, kalau ia telah mengetahui keberadaan Toramaru, Gouenji pun yang penasaran dengan Toramaru, tidak mau ketinggalan untuk mencari tahu. Fuyupee pun ikut bersama mereka. Berdasarkan cerita ibu dari Toramaru, tenyata Toramaru bekerja seorang diri di toko mereka untuk membantu ibunya. Nonomi, yang berasal dari toko kotak makan siang, juga turut membantu mereka. Karena alasan tersebut, Endou dan teman-teman pun ikut membantu Toramaru. Walaupun mereka sudah mengetahui kebiasaan dari Toramaru, tetapi Gouenji masih merasa aneh, dengan kebiasaan Toramaru ketika sedang berada dilapangan, yang tidak pernah melakukan tendangan ke gawang, melainkan mengoperkan bolanya walaupun ia sedang berada di posisi yang baik untuk menendang.

Pertandingan antara Inazuma Japan melawan Desert lion pun dimulai. Di babak pertama, tim Inazuma menguasai keadaan. Inazuma mendapatkan tendangan sudut dari tendangan Fubuki yang berhasil dihalau oleh kiper. Kazemaru mengambil tendangan sudut tersebut. Ia menggunakan teknik barunya, Banana Shoot, bola yang ditendang dari sudut, berbelok langsung ke gawang. Kedudukan 1-0 untuk Inazuma. Di kesempatan berikutnya, Kiyama berhasil mencetak gol berkat kerjasamanya dengan Midorikawa dan Fubuki, 2-0 untuk Inazuma. Kedudukan ini bertahan sampai akhir babak pertama.

Di babak kedua, Desert Lion merubah strateginya dengan menempatkan tiga orang penyerang. Di babak kedua ini, pemain Inazuma tampak sudah kelelahan kerena terus menyerang di babak pertama, dan cuaca yang sangat panas, sedangkan Desert Lion tidak kelelahan, karena mereka tidak banyak menguras tenaga di babak pertama, dan keahlian mereka dapat bertahan di cuaca yang panas. Midorikawa mengalami kelelahan sehingga digantikan dengan Kurimatsu. Kurimatsu yang baru masuk masih sangat bertenaga, sedangkan yang lain sudah kelelahan, sehingga mereka menjadi tidak seimbang kekuatannya. Tsunami terjatuh, saat gagal menghalau bola sundulan Desert Lion dan menghasilkan angka. Kedudukan menjadi 2-1. Tsunami dan Hiroto digantikan dengan Tachimukai dan Tobitaka.

Di kesempatan berikutnya, Fubuki melakukan tendangan, tetapi gagal karena sudah sangat kelelahan. Setelah itupun ia terjatuh karena sudah tida kuat lagi, ia digantikan dengan Toramaru. Disaat pertama, Toramaru langsung berhasil mencuri bola dan memawa samapai ke depan gawang, tapi, kebiasaan anehnya muncul lagi, ia tidak menendang ke gawang, melainkan mengopernya ke belakang. Dikesempatan kedua yang ia dapatkan pun disiasiakan. Ibu Toramaru yang menonton bersama Coach Hibiki, merasa aneh dengan Toramaru yang seakan-akan tidak percaya diri ketika bermain bersama Gouenji yang menjadi idolanya. Coach Hibiki menceritakan masa lalu Toramaru, dimana ia selalu mencetak gol ketika bermain bersama timnya, akan tetapi, teman-temannya malah menjauhinya karena dianggap Toramaru merebut posisi dari teman-temannya yang lain. Tetapi ketika Toramaru mengoperkan bola kepada temannya dan menghasilkan gol, teman-temannya merasa senang, itulah yang membuat Toramaru selalu mengoper bola kepada rekannya. Menjelang akhir pertandingan, Desert Lion berhasil mencetak gol. Kedudukan pun menjadi seimbang. Di saat-saat terakhir, Inazuma berusaha menyerang, ketika Toramaru mengoper bloa kepada Gouenji, gouenji malah mnendang bola tersebut dan mengenai Toramaru, Gouenji merasa kesal karena di waktu yang tinggal sedikit, Toramaru selalu mengoper bola, dan bukannya menendang bola tersebut. Toramaru memberikan alasannya, tetapi Gouenji tidak suka dengan alasannya, ia pun memberikan pendapatnya mengenai sepak bola dan rekan satu tim, agar Toramaru bisa membuka matanya dan menjadi pemain yang hebat dan memenangkan pertandingan. Pada akhirnya, Toramaru berhasil bangkit dan mengeluarkan tekniknya, Tiger Drive, dan berhasil memberikan angka untuk Inazuma Japan. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 3-2 bagi tim Inazuma. Disela-sela merayakan kemenangan tersebut, para pemain merasa takjub dengan kemampuan Toramaru, dan dari situ baru diketahui kalau Toramaru masih duduk di bangku sekolah dasar.

Setelah pertandingan, Coach Hibiki memberikan latihan khusus kepada Tobitaka, agar ia bisa menendang bola dengan baik. Keesokan harinya, semua pemain berlatih seperti biasa, Toramaru mengalami kemajuan semenjak mencetak gol di pertandingan sebelumnya, Tobitaka pun tetap berlatih menendang bersama Tachimukai. Latihan kali ini hanya sebentar saja, pelatih meminta agar para pemain menjaga kebugarannya untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Pada sore harinya, Coach Hibiki kembali memberikan latihan khusus kepada Tobitaka. Keesokan harinya, Endou mengajak Tobitaka untuk latihan bersama, tetapi baru sebentar saja berlatih, Tobitaka kembali melakukan latihan sendiri untuk berlari mengelilingi lapangan. Keesokan harinya, Coach Hibiki meminta Endou datang untuk melihat Tobitaka yang sedang berlatih. Setelah berlatih bersama Endou, akhirnya Tobitaka berhasil menendang bola dengan baik.

Pada saat sedang latihan, tim Inazuma Japan kedatangan tamu, yaitu Neo Japan yang terdiri dari pemain-pemain sekolah makhluk asing, dan ada juga dari para pemain yang tidak masuk seleksi Inazuma Japan, tim ini dilatih oleh Coach Hitomiko. Kemampuan para pemain ini sudah sangat meningkat, setiap pemain juga menguasai teknik dari pemain lain, inilah keunggulan tim ini. Tim ini mengajak bertanding, yang menang akan menjadi perwakilan Jepang dalam football Frontier International. Di pertandingan ini, para pemain Inazuma mengalami peningkatan kemampuan, dengan segala kemampuannya mereka berhasil mengalahkan Neo Japan.

Pertandingan final pun sudah ditentukan, Inazuma Japan akan menghadapi Tim Fire Dragon dari Korea di final. Tim ini merupakan tim unggulan di babak eliminasi asia ini. Dalam tim ini terdapat kawan lama mereka, Aprodite, Burn, dan Gazel. Dalam pertandingan ini, para pemain Inazuma Japan banyak mengalami peningkatan kemampuan, karena tim Fire Dragon juga memiliki kemampuan yang sangat hebat. Dalam pertandingan ini juga Fudou ikut bertanding untuk pertama kalinya bagi tim Inazuma. Tim Inazuma berhasil memenangkan pertandingan dan menjadi wakil Jepang dalam FFI.

Inazuma Eleven 1 (イナズマイレブン)


Inazuma Eleven (イナズマイレブン, Inazuma Irebun) salah satu animasi baru yang muncul di indosiar beberapa waktu lalu. Sempat tayang kurang lebih sampai 40 episode namun tayangannya terhenti di minggu awal bulan Ramadhan, tanpa keterangan yang jelas dan seperti biasa, pihak televisi memang mempunyai wewenang untuk menayangkan dan menghentikan suatu acara, tapi untuk para penggemar Inazuma Eleven mungkin lain lagi pendapatnya. Sebagai penonton setia pasti merasa kecewa atas penghentian suatu acara favoritnya.
Walau bagaimana pun, saya merasa cukup senang karena indosiar setidaknya pernah Inazuma Eleven dan saya jadi mengenal anime Inazuma Eleven dan menjadi salah satu favorit saya.
Tidak banyak juga informasi mengenai Inazuma Eleven, saya mengambil informasi ini dari wikipedia karena memang saya ingin tahu mengenai karakter-karakter yang ada di Inazuma Eleven.
Berikut ini adalah karakter yang ada yang saya dapat dari wikipedia dan saya yang tambahkan secara pribadi hasil dari menonton Inazuma Eleven.
Mamoru Endō (円堂 守) (Mark Evans) (Captain, Goal Keeper, Libero) – Mamoru is decribed as a soccer loving, cheerful goalkeeper. He is the type of person who never gives up and always thinks of others before himself. He also shows great admiration toward his grandfather, Daisuke, and keeps training notebooks that his grandfather wrote, which includes hissatsu techniques. People around him call him a soccer maniac due to his love for soccer. Because of his positive personality, he attracts people even if they’re enemy or ally. It was because of this that he was able to gather new members. His teammates benefit from his mental strength and encouragement. They also respect him despite his carefree attitude. He trains harder than anyone else to get stronger. The reason for doing so is that he wishes to face stronger opponents. Though he may be at disadvantage, he always find a way to bring his teammates to victory. His techniques include the God Hand (which later evolves into the True God Hand), the Majin the Hand, the Fist of Justice (which evolved into a libero technique, the Megaton Head), and the Hammer of Wrath.
Setelah melawan tim Diamond Dust di stadion Football Frontier, pelatih meminta Endo merubah posisinya menjadi Libero dan posisi penjaga gawang diberikan kepada Tachimukai.
[Switch to English]
Ichirōta Kazemaru (風丸 一郎太?) (Nathan Swift) (Defender) – Originally a member of the track club team, Kazemaru is convinced by Endou of becoming player of the soccer team, because the team needed 4 more players for their match against; if Endou could not get them the soccer club would be closed. Kazemaru is finally convinced by the promise of fighting a lot of stronger players, altogether with Endou fighting spirit. During the FFI arc, he learns two new moves called the Banana Shoot and the Dance of the Wind God. In the latest episode he is put as captain, this is when Endou can’t make it to the game when Endou, Kidou, Sakuma and Fudou were helping the Italian team with a problem that was caused by Kageyama.
Heigorō Kabeyama (壁山 塀吾郎?) (Jack Wallside) (Defender) – Despite his height is a really shy person, sometimes even disappearing before a match, with the excuse of going to the bathroom. Most of the times Endou has to help him overcome his fears. He respect Endou very much.In the match against Wild Junior he and Goenji perfect a move called the Inazuma Drop and later he masters a defensive techniques on his own, The Wall and The Mountain.
Ryūgo Someoka (染岡 竜吾?) (Kevin Dragonfly) (Forward) – Self-proclaimed ace striker of the team, he had troubles with Goenji for that position. Later, he accepts Goenji and acquires new techniques, like the Dragon Crash and Wyvern Crash, and combining with Gouenji to form Dragon Tornado. He initially had trouble accepting Fubuki as he strongly felt that Gouenji shouldn’t be replaced and the ace-striker seat was rightfully Gouenji’s. However, he later overcame it, with Endou’s help, with the belief that they were strengthening the team so that when Gouenji came back, the team would be good enough for him. He has a combination hissatsu technique with Fubuki — Wyvern Blizzard.
Ayumu “Shourin” Shōrinji (少林寺 歩?) (Tim “Timmy” Sanders) (Defender)-Another of Endo’s teammates, usually plays as defender. He’s also one of the smallest of the Raimon Eleven. His individual technique is Kung Fu Head, later does a combination technique with Shishido called Shooting Star when both of them were in the Dark Emperors at the end of season two.
Shin’ichi Handa (半田 真一?) (Steve Grim) (Midfielder)-Another of Endo’s teammates, he usually plays as a defender but sometimes he goes to being forward.
Jin Kageno (影野 仁?) (Jim Shadow) (Defender)-Kageno joined the team to help and get people to know him. He has a dark aura and very negative at peoples comments. His teammates revere him but Kageno’s always willing to help.
Sakichi Shishido (宍戸 佐吉?) (Sam Kincaid) (Midfielder)- Another one of Endo’s teammates. Shishido is a versatile and often does little of everything.
Kūsuke “Max” Matsuno (松野 空介?) (Maxwell “Max” Carson) (Midfielder)-Another one of Endo’s teammates. He excels at all sports, was involved in many other sport clubs. Max joined the soccer club to help. He is often seen wearing a pink and blue cat-design cap. At a sleepover training camp, it is also revealed that he wears a different hat to sleep.
Teppei Kurimatsu (栗松 鉄平?) (Tod Ironside) (Defender)-Like Shourin, Kurimatsu is one of the shortest members of the team, has a buck tooth and a bandage across his nose. His hair resembles that of the X-Men character Wolverine (comics). Kurimatsu along with Kabeyama are best describe as a comedy duo.
Kakeru Megane (目金 欠流?) (William “Willy” Glass) (Forward)
A little pretentious. Megane joined the team before they played against Teikoku Academy claiming himself to be “the hero who saves the team”. But when he saw his teammates fall one after another, he ran off, abandoning the uniform. Ever since he’s almost always on the bench. Megane has a habit of calling catchy names for his teammates techniques, example he was the one who called Someoka’s first technique Dragon Crash. He later becomes a Manager.
Shūya Gōenji (豪炎寺 修也?) (Axel Blaze) (Forward) – He is the ace striker and voice of reason of the team. His sister, Yuka is in a coma because of Kageyama’s interference to stop him from play against Teikoku Academy. He keeps an amulet made by his sister, and makes a promise with her to stop playing soccer, but when he sees that his passion for the game is strong, he changes that promise to become the champion of the Soccer Frontier. Later, Yuka wakes up from a coma, and he began to play soccer more freely with his teammates. Goenji joins up with the others to play against teams around the world. He becomes close friends with Endou, Fubuki,and Kido as the story progresses. His known techniques are the Fire Tornado (which evolves into the Fire Tornado Remastered), Bakunetsu Storm, and then Bakunetsu Screw. He also forms a combo technique with Kabeyama called the Inazuma Drop, one with Endou called the Inazuma One and a combination of the two called the Inazuma One Drop. He also forms one of the foundations of the combo techniques in the team.
Yūto Kidō (鬼道 有人?) (Jude Sharp) (Midfielder) – He wears goggles and a red cape. Originally from Teikoku. The reason why he plays for Teikoku is for his sister, Haruna Otonashi. He was forced to win 3 constructive soccer championships in order to be with her again, so he decided not to contact her for 6 years, leading Otonashi to believe she gets in his way. After seeing Kageyama’s wrongdoings, he and the rest of Teikoku quit. Eventually, Kidou joins Endou’s team, changing his cape to blue. He is mostly the strategist of the team. In Raimon Middle School, he is close friends with Endou and Goenji and he can do combinations with Endou and Goenji called the Inazuma Break. Other combination techniques include Emperor Penguin No.2, Death Zone and Death Zone 2. Individual hissatsu techniques also include Illusion Ball.
Asuka Domon (土門 飛鳥?) (Bobby Shearer) (Defender) – He used to live in America with Aki, but he did not care for soccer because of an accident involving one of his best friends. He used to be in Teikoku until he came to Raimon to spy, and saw everyone working hard. He then decided to join the Raimon Soccer Club. With Endo, he feels that he can keep up with him, unlike his friend, Ichinose, and the others at Teikoku. He quits being a spy when Fuyukai, the coach and another spy from Teikoku, planned to blow up the bus they were using. Later, he and Ichinose joins the American Team in the FFI arc but maintains close relationship with the team members of the Raimon Eleven. He has a defensive technique known as Killer Slide and his combination hissatsu techniques are Death Zone 2 and The Pheonix.
Kazuya Ichinose (一之瀬 一哉?) (Erik Eagle) (Midfielder)- Ichinose is childhood friends with Domon and Aki. However, because of an accident in his childhood, he moved away for medical treatment, leaving Aki and Domon to think that he died. Through rehabilitation treatment, and his love for soccer, he went to Japan to visit Aki and became a member of Endou’s team. Aki describes Ichinose similar to Endou. Together with Endou and Domon, he tries to recreate the Tri-Pegasus, and it evolves to The Pheonix. Later though, in the FFI arc, he and Domon leave hoping to play against Endou. His individual hissatsu technique include, Spinning Shoot and Flame Dance.
Aki Kino (木野 秋?) (Silvia) (Manager) – Aki is the team manager. She used to play soccer but stops after experiencing a horrible trauma. She has a crush on Endou Mamoru.
Haruna Otonashi (音無 春奈?) (Celia Hills) (Manager) – Originally from the school paper, after seeing Raimon play against Teikoku, she became a big fan and decided to be a manager. She is the sister of Yuuto Kido, however, has not had any contact with him for 6 years.
Natsumi Raimon (雷門 夏未?) (Nelly Raimon) (Manager) – She is the daughter of the chairman of the school and is the student body council presidant. She becomes a manager because of Endou’s passion for soccer. She is shown to have a romantic interest in Endou and strongly believes that he is the best goalkeeper around.
Touko Zaizen (財前 塔子?) (Defender)
She is the daughter of the prime minister and the captain of the 11 in black, she joined the Inazuma Caravan in episode 29 to battle against Gemini Storm. Her move is “the Tower” but later in the series does a technique with Kogure and Tsunami called “The Perfect Tower”.
Shirō Fubuki (吹雪 士郎?) (Shawn Frost) (Midfielder)
Fubuki Shirou is the captain of Hakuren Junior High School’s Soccer club in Hokkaido. He is both an excellent defender as well as the team’s ace striker. He joins the Raimon Eleven from episode 33 to defeat Aliea Academy. He is afraid of loud noises, like avalanches, due to his family being killed in one. Initially he had a split personality, swithching to his brother’s when on the offensive on the soccer field. He wanted to be perfect and believed that he could only do so if he continued to be one with his brother. With Gouenji and the others’ help, he realised that what his father — it was his father that caused him to believe that — meant was that he could be perfect if he played with others — as in a team. His techniques include the Eternal Blizzard, Wolf’s Legend and Ice Ground (which evolves into the Snow Angel). He can also do combination techniques such as Crossfire with Gouenji and Thunder Beast with Hijikata. Later Fubuki becomes a member of Inazuma Japan for the FFI, however his leg got badly injured in a match with Korea’s Fire Dragon during the Asia finals and was taken off the team.
Yūya Kogure (小暮 裕也?) (Scotty) (Defender)-Kogure is a small character with a prankster attitude. From Cloister Divinity Junior High in Kyoto, he was often off the team most of the time due to his lack of trust towards others and his pranks. However he joined the Inazuma Caravan due to Haruna’s urging. Kogure joined in the nick of time when Epsilon attacked his school. Kogure’s most noted technique is Senpuujin, later does a technique with Touko and Tsunami called The Perfect Tower when they went up against Genesis the second time.
Rika Urabe (浦部 リカ?) (Forward)
Rika is on a girl’s soccer team in Osaka. She first appeared when the Raimon Eleven came to Osaka believing that Aliea Academy had a base somewhere hidden in an amusement park that was somewhere in Osaka. When Rika first met Ichinose she immediately went head-over-heels for him and claiming him to be her husband after he eat her “Lovey-Dovey-Dish” which was just a simple Okonomiyaki that she made. She joined the Inazuma Caravan to help them against their second match with Epsilon. After their match with Epsilon, Rika decided to stay on the team hoping to be with Ichinose. She also calls him “Darling”. Although she wants to and keeps on insisting on it, she has never done Butterfly Dream with Ichinose before. Her technique is Rose Splash and later does a technique with Touko called Butterfly Dream.
Daisuke Endō (円堂 大介?) (David Evans) (Supporter, Goal Keeper)-Endo’s grandfather and the original Inazuma Eleven’s coach. He is admired by Endo Mamoru.
Coach Hitomiko
Pelatih baru yang ditunjuk kepala sekolah untuk menggantikan pelatih sebelumnya. Bersama Hitomiko, tim Raimon memulai petualangannya mengumpulkan pemain-pemain hebat dan melawan tim Sekolah Makhluk Asing. Hitomiko mencari para pemain baru sesuai arahan kepala sekolah dimana pemain-pemain ini tersebar di berbagai tempat. Selain pandai mencari dan menilai bakat pemain, ia juga ahli strategi, biasanya strategi yang digunakan bertujuan agar tim Raimon bisa memahami karakter lawannya, strategi ini biasanya lebih cepat dipahami oleh Jude sehingga ia bisa memberi arahan kepada yang lainnya.
Mobil Karavan Inazuma (Inazuma Caravan)
Dengan mobil ini perjalanan dimulai untuk mengumpulkan pemain-pemain hebat untuk bergabung dengan Raimon.
Tachimukai (Midfielder, Goalkeeper)
Ia adalah pemain yang berasal dari Yokato Junior High, ia adalah pemain tengah tetapi merubah posisinya menjadi penjaga gawang karena mengagumi Endo. Ia juga bisa melakukan teknik yang dimiliki oleh Endo hanya dengan melihatnya saja, lalu ia melatihnya sendiri sampai ia bisa melakukannya. Pada saat pelatih menunjuk Endo mengganti posisinya sebagai libero, posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Tachimukai, Endo juga memberikan buku milik kakeknya agar Tachimukai bisa mempelajari teknik yang baru.
Tsunami Jousuke (Defender)
Tsunami adalah seorang peselancar, ia bertemu dengan Raimon ketika Raimon berada di Okinawa yang sedang mencari Goenji. Tsunami belum pernah bermain sepak bola sebelumnya, akan tetapi ia memiliki tendangan yang hebat ketika mencoba bermain bersama Raimon yang sedang berlatih dan mengajak Tsunami untuk ikut bermain. Setelah itu Raimon berpisah dengan Tsunami dan melanjutkan perjalanannya mencari Goenji. Di suatu tempat Raimon bertemu kembali dengan Tsunami yang kali ini sudah bergabung bersama Oumihara Junior High Soccer Club. Tsunami mengajak Raimon bertanding dengan timnya, pada awalnya pelatih tidak mengijinkannya, tapi pada akhirnya pelatih mengijinkan. Diakhir pertandingan, Endou yang sedang melatih teknik barunya berhasil menguasainya walaupun tidak sempurna, masih ada gerakan yang belum dikuasainya, untuk itu ia meminta Tsunami melatihnya berselancar untuk menguasai gerakan tersebut. Pada akhirnya, Tsunami bergabung dengan Raimon ketika Tim Epsilon-remasterd kembali muncul untuk mengajak bertanding.
Aphrodi (Forward)
Aphrodi berasal dari Zeus Junior High (sekolah dewa) yang diketuai oleh Ray dari sekolah bangsawan. Aphrodi muncul ketika Tim Raimon sedang bertanding melawan Tim Diamond Dust, di stadion Football Frontier. Ketika pertandingan sedang berlangsung tiba-tiba Aphrodi muncul dan ingin bergabung dengan Tim Raimon. Pada awalnya para pemain sulit menerima kedatangannya sehingga kerjasama tim berantakan. Pada saat semua pemain terdesak oleh pemain lawan, Tsunami mengoper bola kepada Aphrodi dan Aphrodi berhasil mencetak gol berkat kerjasamanya dengan Goenji, sejak saat itu semua pemain baru bisa bekerja sama dengan Aphrodi.
Tim Alien [Sekolah Makhluk Asing]
Tim Genesis adalah tim Alien ketiga yang muncul melawan tim Raimon setelah tim Gemini Storm dan Epsilon. Genesis dipimpin oleh Gran [berambut merah] sebagai kapten. Ia dikenal juga sebagai Hiroto dengan penampilan yang berbeda dengan ketika bersama tim Genesis. Ketika tim Raimon berada di Okinawa yangsedang mencari Flame Striker, mereka bertemu dengan Burn, dari tim Prominence yang menyamar sebagai Nagumo Haruya dan berniat bergabung dengan tim Raimon, tetapi niat jahatnya itu terkuak berkat kedatangan Hiroto yang memberitahukan bahwa Nagumo berasal dari Sekolah Makhluk Asing, pada saat itulah ia membuka jati dirinya sebagai Burn. Setelah berhasil mengalahkan Epsilon-remastered di Okinawa, muncul sosok baru yang berasal dari sekolah makhluk asing yaitu Gazel dari Tim Diamond Dust. Gazel yang berpostur pendek dan berambut putih ini memiliki level master yang berarti lebih tinggi dari Tim Epsilon. Pada akhirnya Gazel menantang Raimon bertanding dimana pertandingan diadakan di Stadion Football Frontier.
Pada saat tim Raimon sedang berlatih tanding dengan tim Teikoku, Burn dan gazel datang menantang bertanding, kali ini mereka datang sebagai tim Chaos yang anggotanya berasal dari tim Prominence dan Diamond Dust. Karena tim Chaos perpaduan dari dua tim yang kuat maka kekuatan tim Chaos pun menjadi dua kali lipat dari yang sebelumnya. Di babak pertama Chaos memimpin sampai 10-1, di babak kedua tim Raimon bisa mengejar sampai 10-7 karena kelengahan tim Chaos, tapi pada akhirnya tim Chaos kembali padu dan mencetak gol lewat kombinasi Burn dan Gazel. Sebelum pertandingan berakhir, Hiroto datang menghentikan pertandingan, lalu ia pun membawa tim Chaos pergi.
Setelah itu, coach Hitomiko bertemu dengan Hiroto di sekolah Raimon dan kebetulan dilihat oleh Rika, Aki dan Haruna. Ternyata Hitomiko adalah kakak dari Hiroto. Setelah berita ini tersampaikan kepada tim Raimon, Hitomiko hendak menjelaskan semuanya dengan membawa tim Raimon ke markas Sekolah Makhluk Asing di Gunung Fuji. Sesampainya disana mereka diberikan gambaran mengenai Sekolah Makhluk Asing yang dipimpin oleh Kira Seijirou, ayah dari Hitomiko dan Hiroto untuk membentuk tim terkuat yang ia sebut sebagai senjata, dengan menggunakan batu meteor yang jatuh ke tempat itu beberapa tahun silam. Akhirnya tim Raimon harus melawan tim terkuat dari Sekolah Makhluk Asing yaitu tim Genesis yang di ketuai Hiroto. Dengan tekad yang kuat dari pada pemain Raimon mereka bisa mengimbangi permainan tim Genesis, setiap kali tim Genesis mencetak gol, tim raimon bisa menyamakan angka. Setiap gol yang terjadi tim Raimon meningkatkan levelnya sehingga bisa mengalahkan Genesis dengan score 4-3. Akhirnya Hiroto mengerti apa yang dimaksud Endo mengenai sepak bola yang sebenarnya.

Lirik Lagu Maji de Kansha (Inazuma Eleven)


Tsuyoku nareta ze! Hitori ja dekinakatta
Bokutachi ga meguriaeta koto ni maji de kansha!!

Shanranranra... (riiyo!) ...gamusharara

Kyodaina kabe ga bokura no me no mae
Tachihadakatte michi wo fusaideru
Soredemo kesshite senaka misenai de
Nakama to gooru mezashite mae he
Fukanou wa nai minna to nara
Atsui jikon marude inazuma
Saa koe wo dase! Ano oozora ni!
Daijoubu! Bokura kimi no tonari.

Jinsei madamada owattenee zo!

Ha wo kuishibatte gaman shita kedo
Naichimatta demo minna ga kata wo tataite kureta
Hen ni terekusakute ienakattanda yo
"Arigatona" Bokutachi no kizuna ni maji de kansha!!

Shanranranra... (riiyo!) ...gamusharara

Bokura no ki-zu-na
Zettai ni kirenai
Tatoe uragiraretemo uragiranai
Otagai no kimochi de unda shinrai
Sono omoi ga boku wo sasaeteru
Dareka no tame ni tsuyoku nareru
Moratta "LOVE" hyakubai kaeshi!
Kimi kara boku ni boku kara aitsu ni

Sukina mon kara wa nigenjanee zo!

Hitotsu no kono hoshi de hitori ga hanatsu yasashisa ga
Marude riree no baton no youni
Boku no mune wo toori hi wo tsukete kureta
Ano ondo wasureruna ai ni maji de kansha!!

Shanranranra... (riiyo!) ...gamusharara

Jinsei madamada owattenee zo!

Ha wo kuishibatte gaman shita kedo
Naichimatta demo minna ga kata wo tataite kureta
Hen ni terekusakute ienakattanda yo
"Arigatona" Bokutachi no kizuna

Donna pinchi demo hitori janai "koko ni iru ze"
Nakamatachi no egao ga ippai
Tsuyoku nareta ze! Hitori ja dekinakatta
Bokutachi ga meguriaeta koto ni maji de kansha!!

Shanranranra... (riiyo!) ...gamusharara
Shanranranra... (riiyo!) ...maji de kansha!!

Bokutachi no sumu sekai
Mitashiteikou ai to heiwa
Subete no tsunagari ni dekai kansha! Isshou
Doro darake no hibi datte
Itsu no hi ka kitto yaku ni tatsu ze!!
Okane ja kaenai
Kono subarashiki takara ni

Shanranranra... (riiyo!) ...gamusharara
Shanranranra... (riiyo!) ...maji de kansha!!

Bokutachi no sumu sekai
Mitashiteikou ai to heiwa
Subete no tsunagari ni dekai kansha! Isshou
Doro darake no hibi datte
Itsu no hi ka kitto yaku ni tatsu ze!!
Okane ja kaenai
Kono subarashiki takara ni
Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources
ADVERTISER
  • ROXX SHARE
  • PRESENTS
  • WIDGETS
  • TEMPLATES
  • WORM TECHNIQUES
  • INSPIRATIONS

Kalender

My Blog List (HARAP FOLLOW )

Tags Cloud

Arsip Blog

Entri Populer

Search

translet

Pengikut

Waktu adalah Jam

C'mon

Ngobrol Yuk


ShoutMix chat widget

wuddet served

Categories